Presiden
Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono pada perjalanan
kembali ke Jakarta menggunakan Kereta Api Luar Biasa (KLB), kembali
memberikan pesan kepada seluruh jajaran di PT. Kereta Api Indonesia
(KAI) (Persero). Pesan tertulis itu dituliskannya sekembali dari
kegiatan kenegaraan selama dua hari di Kota Tegal dan Pemalang, yang
diikuti pula oleh Ibu Negara, Ani Yudhoyono dan beberapa Menteri dalam
Kabinet Indonesia Bersatu II. Tulisan tangan yang ditorehkan oleh
Presiden RI pada buku Peraturan Dinas (PD) 19 milik PT. KAI.

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono saat tiba di Stasiun Gambir disambut langsung oleh Dirut PT KAI, Ignasius Jonan
"Untuk segenap manajeman dan pegawai
KAI. Tingkatkan terus profesionalisme dan pelayanan kepada publik.
Selamat bertugas dan sukses selalu," tulis Presiden RI, Jumat (22/2).
Hal ini berkaitan dengan tugas berat yang diemban oleh PT. KAI dalam
meningkatkan pelayanan dan mengembangkan perusahaan. Kegiatan kenegaraan
yang dilakukan oleh Presiden RI beserta rombongan selama dua hari itu,
juga menggunakan Kereta Api dari Gambir menuju Tegal, Rabu (20/2). Dan
kembali dari Pemalang menuju Jakarta pada Jumat (22/2). Sedangkan selama
di Tegal dan Pemalang, rombongan Presiden menggunakan kendaraan darat.

Dari kiri: Dirjenka, Tundjung Inderawan,
Dirut PT KAI, Ignasius Jonan, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan
Kepala Stasiun Gambir, Edy Kuswoyo saat mendampingi rombongan Presiden
menuju kereta.
Selama menggunakan KLB, digunakan dua
lokomotif, atau yang lebih dikenal dengan double traksi. Agar perjalanan
KLB tidak mengalami gangguan jika salah satu lokomotif mengalami
kerusakan. Juga digunakan tiga kereta wisata, yaitu Nusantara, Toraja,
dan Bali. Serta tiga kereta eksekutif, ditambah pula dengan kereta
restorasi. (Humaska)

Presiden RI dan Istri, Ibu Ani Yudhoyono menyapa sejenak para penumpang di Stasiun Pemalang sesaat sebelum kereta berangkat
sumber : kereta api
