Pages

Wednesday, February 6, 2013

Harga Jual Daging Mahal, Omzet Pedagang Turun Drastis

Harga daging sapi yang amat mahal sudah bertahan tiga bulan.

ddd
Kamis, 7 Februari 2013, 07:15Mohammad Adam, Arie Dwi Budiawati
Pembeli daging sapi di pasar.
Pembeli daging sapi di pasar.(REUTERS/Beawiharta)
VIVAnews - Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, Ngadiran, mengeluhkan harga daging sapi yang masih belum bisa turun di pasaran. Harga daging sapi yang amat mahal ini sudah bertahan tiga bulan.

"Sekarang di Jakarta saja harganya kisaran Rp90.000 sampai Rp95.000 per kilogram," ujar Ngadiran saat dihubungiVIVAnews, Rabu 6 Februari 2013.
Menurut Ngadiran, faktor penyebab mahal ini karena pedagang pasar terpaksa membeli daging dengan harga berkisar Rp80.000 hingga Rp86.000 per kilogram dari rumah potong hewan. Itu pun tergantung pada kualitas daging.
Misalnya, untuk daging yang masih ada tulangnya dijual dengan Rp70.000, sedangkan daging tanpa tulang dijual dengan harga Rp80.000-86.000.
Pedagang pasar pun kemudian menjual daging sapi kepada konsumen berkisar Rp90.000-95.000 per kilogram.

Sebab lain, Ngadiran melanjutkan, transportasi yang sulit untuk mengangkut sapi dari daerah penghasil sapi seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. Kondisi ini menjadi alasan yang sangat kuat, sehingga harga daging sapi melambung sangat tinggi.

Ngadiran menambahkan, sudah ada pedagang daging sapi yang mengeluh kepada asosiasi mengenai penjualan mereka menurun, karena mahalnya daging sapi.
"Jika biasanya mereka bisa menjual 100 kilogram daging sapi per bulan pada harga normal, kini mereka terpaksa menjual 40 kilogram pada harga ini," kata Ngadiran.
Dengan harga yang nyaris menembus Rp100 ribu per kilogram ini, lanjut Ngadiran, pedagang jadi tidak bisa mengambil untung yang lebih tinggi lagi dari pembeli. "Keuntungan yang mereka dapat pun menurun drastis, dari kisaran Rp400.000 menjadi Rp160.000," kata Ngadiran.

Pedagang bakso pun, menurut Ngadiran, menyampaikan keluhan yang serupa. Omzet penjualan pedagang bakso menurun, karena mereka tidak bisa membebani kenaikan harga daging ini kepada pelanggan.
Selain itu, pedagang bakso sempat merugi dengan isu daging bakso bercampur daging celeng yang sempat beredar luas sebelumnya. (art)

sumber: viva
Powered by Blogger.